1. Skip to Menu
  2. Skip to Content
  3. Skip to Footer>
Peduli Orang Miskin, Bukan Omong Kosong

Peduli Orang Miskin, Bukan Omong Kosong

Artikel Berita >> Berita

cerita seperti itu adalah cerita yang tidak biasa,

  “Suami saya suka memukul saya Pak,”

More...
Badilag Pakai Sistem "Paperless" untuk Berkas Kenaikan Pangkat Reguler

Badilag Pakai Sistem "Paperless" untuk Berkas Kenaikan Pangkat Reguler

Artikel Berita >> Berita

“Kita sudah punya sistemnya

  kebijakan ini dilakukan dengan memanfaatkan dokumen elektronik yang ada SIMPEG Online.

More...
Posbakum, Oh... Posbakum

Posbakum, Oh... Posbakum

Artikel Berita >> Berita

Penyelenggaraan Posbakum didasarkan pada UU 50/2009

  “Terima kasih, Pak.

More...
KETUA MA RESMIKAN PELUNCURAN SISTEM IFORMASI MAHKAMAH AGUNG RI (SIMARI) TERINTEGRASI

KETUA MA RESMIKAN PELUNCURAN SISTEM IFORMASI MAHKAMAH AGUNG RI (SIMARI) TERINTEGRASI

Artikel Berita >> Berita

aplikasi SI banyak tumbuh secara sendiri-sendiri

  Penerapan Teknologi Informasi di Mahkamah Agung

More...
Eforia Siadpa Plus: Lab Siadpa Plus Menjadi Kebanggaan Pimpinan Daerah

Eforia Siadpa Plus: Lab Siadpa Plus Menjadi Kebanggaan Pimpinan Daerah

Artikel Berita >> Berita

Monitor dan Validasi

  Eforia Laboratorium Siadpa

More...
Hasil Penilaian Reformasi Birokrasi di Peradilan Agama Membanggakan

Hasil Penilaian Reformasi Birokrasi di Peradilan Agama Membanggakan

Artikel Berita >> Berita

Penilain difokuskan kepada 8 area perubahan

  Untuk peradilan agama, hasilnya sungguh membanggakan

More...
Laboratorium SIADPA Plus, Satu-satunya di Dunia

Laboratorium SIADPA Plus, Satu-satunya di Dunia

Artikel Berita >> Berita

inovasi apalagi yang dilakukan Badilag kali ini

 Saya hanya senyum saja. Senang dan bangga

More...
PA Luwuk Kembali Adakan Sidang Keliling Tahun 2012

PA Luwuk Kembali Adakan Sidang Keliling Tahun 2012

Artikel Berita >> Berita

Tim Sidang Keliling

 PA Luwuk Kembali Adakan Sidang Keliling Tahun 2012

More...
Mengambil Pelajaran dari Reformasi Birokrasi di BPK

Mengambil Pelajaran dari Reformasi Birokrasi di BPK

Artikel Berita >> Berita

Serupa tapi tak sama

  “Saya sangat sedih apabila reformasi birokrasi hanya dimaknai sebagai tambahan remunerasi.”

More...
Perpisan Dengan Siswa PSG

Perpisan Dengan Siswa PSG

Artikel Berita >> Berita

Selamat berpisah ananda dan juga adindaku

  Suasana keceriaan bercampur rasa sedih

More...
Berkas yang Menggunung dan Digerogoti Rayap, Mau Diapakan?

Berkas yang Menggunung dan Digerogoti Rayap, Mau Diapakan?

Artikel Berita >> Berita

Ini berkas-berkas lama, Pak

  Kertas-kertas itu sudah usang dan lapuk

More...
Orang Amerika pun Terkesan pada SIADPA

Orang Amerika pun Terkesan pada SIADPA

Artikel Berita >> Berita

Zimmer pun penasaran

  “Wonderful!

More...
MA Gelar Pertemuan Tingkat Tinggi Sistem Manajemen Informasi Perkara

MA Gelar Pertemuan Tingkat Tinggi Sistem Manajemen Informasi Perkara

Artikel Berita >> Berita

jumlah perkara melonjak hingga 70 persen

 12-14 Maret 2012

More...
PA Berperan Dalam Menekan Domestic Violence

PA Berperan Dalam Menekan Domestic Violence

Artikel Berita >> Berita

pengintegrasian UU PKDRT

 Persoalan KDRT tidak hanya terjadi pada masyarakat berpendidikan rendah

More...
Rekor Dunia, MA Upload 120 Ribuan Putusan Dalam Tahun 2011

Rekor Dunia, MA Upload 120 Ribuan Putusan Dalam Tahun 2011

Menurut Soeroso Ono, capaian tersebut sebagai prestasi

  "Jumlah putusan yang terupload di direktori putusan MA hingga 31 Desember 2011 berjumlah 144.995.

More...
Wilayah Yuridiksi

Wilayah Yuridiksi

Tentang PA >> Profil Institusi

Secara Umum Wilayah Hukum Pengadilan Luwuk Meliputi

Secara Umum Wilayah Hukum Pengadilan Luwuk Meliputi

More...
Organisasi PBB Tertarik Bekerjasama

Organisasi PBB Tertarik Bekerjasama

Mengadakan kerjasama dalam hal penguatan hak-hak perempuan di peradilan agama

United Nations Population Fund, tertarik untuk bekerjasama dengan Ditjen Badilag.

More...
Pengadilan Agama Luar Biasa

Pengadilan Agama Luar Biasa

delegasi Sudanmenengok fasilitas berbasis teknologi informasi

Bertandang ke Pengadilan Agama Jakarta Selatan,

More...
KMA Lantik 6 Hakim Agung

KMA Lantik 6 Hakim Agung

Ketua Mahkamah Agung Lantik 6 Hakim Agung

Ketua Mahkamah Agung Lantik 6 Hakim Agung

More...
Lain daripada yang Lain

Lain daripada yang Lain

Lain daripada yang Lain

Dua bola mata perempuan itu tertuju ke beberapa lembar kertas di hadapannya

More...
Frontpage Slideshow | Copyright © 2006-2011 JoomlaWorks, a business unit of Nuevvo Webware Ltd.

Fokus Headlines

  • Batas Akhir Pengiriman Notas Usul Kenaikan Pangkat Bagi Tenaga Teknis PA Periode 1 April 2012 -

     

    Kepada Yth :

    1. Ketua Mahkamah Syar'iyah Aceh; dan

    2. Ketua Pengadilan Tinggi Agama

    Seluruh Indonesia

    Assalamu'alaikum, Wr. Wb.

    Dengan ini kami sampaikan surat Direktur Jenderal Badan Peradilan Agama MARI Nomor : 3039/DjA.2/Kp.04.1/XI/2011 tanggal 16 Nopember 2011 perihal Batas Akhir Pengiriman Nota Usul Kenaikan Pangkat Bagi Tenaga Teknis Peradilan Agama Periode 1 April 2012.


    Untuk mendownload file dalam bentuk PDF, silahkan klik tautan dibawah ini.


    1. Surat Pengantar (537 KB)

    2. Lampiran (189 KB)

  • SEMA No. 5 tahun 2011 dan SEMA No. 6 tahun 2011 -

    SEMA NO. 5 TAHUN 2011 & SEMA NO. 6 TAHUN 2011

  • Es Krim, Baso dan Teknologi Informasi -

     Es Krim, Baso dan Teknologi Informasi

    *

    Akhir musim gugur 1988. Saya masih ingat ketika itu. Baru saja saya mengikuti kelas “Islamic Intellectual History” yang diberikan oleh Prof Mustansir Mir pada jam pertama. Lalu menunggu jam kedua, pelajaran “Medieval Neareastern Literature” dari Prof Bellamy.  Saya duduk di dekat jendela di lantai dua, di salah satu ruang kuliyah University of Michigan, Amerika Serikat. Saat itu adalah semester pertama saya mengikuti kuliyah di universitas yang cukup ternama, yang berlokasi di kota kecil Ann Arbor, negara bagian Michigan, 45 mil sebelah barat kota industri Detroit.

    Saya sedang menikmati kesendirian, sebab memang di bulan-bulan awal sekolah di sana, saya banyak menyendiri dan kesepian. Maklum, saat itu, isteri yang sangat saya cintai, terpaksa dikembalikan dulu ke rumah orang tuanya, di Tasikmalaya, bersama keempat anak kami yang masih kecil-kecil. Tidak mungkin sekolah ke negeri orang  membawa mereka semua, atau sebagian.

    Menerawang ke luar jendela, saya melihat suasana redup dan sayu. Matahari sudah sekian lama jarang menampakkan dirinya. Kalaupun ia muncul, panasnya tidak begitu terasa sebab posisinya sedang menjauh menuju ke arah selatan. Sehingga suhu udara selalu dingin. Apalagi kalau angin bertiup, rasa dingin merasuk ke sekujur tubuh, menjadikan orang-orang yang bepergian ke luar rumah harus selalu berpakaian tebal, walaupun musim dingin belum datang dan salju belum turun.

    Di sekitar, terlihat pepohonan hanya tinggal ranting-ranting yang nampak artistik, sedap dipandang mata.  Hampir semua pepohonan daunnya gugur akibat musim panas yang panjang selama  tiga bulan. Dahan dan rantingnya yang tanpa daun nampak  indah dan mengagumkan. Semakin ke ujung, dahan dan ranting itu semakin kecil, dengan pola yang macam-macam sesuai jenis tumbuhannya, namun tetap indah. “Subhanalloh”, saya berguman. Pemandangan indah yang tak pernah saya lihat sebelumnya. Pemandangan seperti itu takkan pernah kita lihat di tanah air, sebab pergantian musimnya lain.

    Di jalan dalam kampus, nampak para mahasiswa -dan juga dosen- berpakaian tebal hilir mudik berjalan bergegas. Pada umumnya mereka sedang menuju kelas masing-masing setelah selesai mengikuti suatu kuliyah, kemudian berpindah gedung, mengejar pelajaran lainnya.

    Tiba-tiba, tidak sengaja, pandangan saya tertuju ke suatu pojokan jalan yang sedikit jauh dari tempat saya menerawang. Di salah satu kios deretan pertokoan kampus, tampak ada beberapa orang antri. Pada umumnya mahasiswa. Mereka, dengan berbaju tebal dan menggendong tas buku, sabar antri di sepanjang trotoar depan kios itu. Jumlah antrian kadang lima, enam, bahkan sampai sekitar sepuluh orang. Mereka datang silih berganti. “Sedang antri apa mereka di udara sedingin ini?”, pikir saya.

    Setelah memperhatikan sedikit lama, dan harus mengerutkan kening sebab jaraknya agak jauh, saya baru tahu.  Masyaalloh, kiranya mereka  sedang antri es krim. Setelah mendapatkannya, mereka langsung pergi sambil menikmati hasil antriannya.

    Tidak habis pikir ketika itu. Di udara yang sangat dingin, mengapa mereka rela antri cukup lama untuk mendapatkan secangkir kertas es krim, lalu langsung menyantapnya. Bukankah es krim itu makanan yang juga dingin? atau mungkin es krimnya tidak dingin?, atau barangkali es krim itu hangat? atau es krim itu mengandung obat? Mengapa mereka tidak tambah kedinginan? malah nampak ketagihan?

    **

    Hari-hari berikutnya saya selalu memperhatikan  antrian peminat es krim itu, terutama pada jam-jam istirahat kelas. Sementara, pertanyaan-pertanyaan yang ada pada benak saya masih belum menemui jawabannya. Saya belum sempat bertanya kepada siapun. Sampai akhirnya datang kesempatan, saya bertanya kepada seorang kenalan baru, ketika itu, seorang ibu  setengah baya, yang  pernah berkunjung dua tiga kali ke Indonesia.

    Jawabannya sangat singkat, tapi juga penuh makna. “It’s a culture, Wahyu”, kata Si Ibu itu. Ia menambahkan sambil senyum bahwa di Jakartapun, udaranya panas, namun banyak orang suka makan dan ketagihan baso.

    Iya juga, pikir saya. Apalagi baso yang enak itu adalah baso yang kuahnya pedas, dimakan masih dalam keadaan panas.  Makan baso juga tidak dibatasi waktu. Bagi pecintanya, makan baso di waktu pagi, siang, malam, sama saja.  Walaupun cuaca panas, ruangan penjual baso juga sumpek dan panas, tapi tetap banyak orang yang  setia dan menikmati baso favoritnya itu, walaupun setelahnya, sekujur badan basah kuyup oleh keringat. Mereka tetap merasa nikmat dan puas. Dan lalu, lain hari datang lagi.

    ***

    Dalam suasana pembudayaan Teknologi Informasi di lingkungan Peradilan Agama yang belakangan ini sedang kita lakukan, saya jadi ingat kembali kata-kata jawaban si Ibu kenalan saya di Amerika itu, “It’s a culture, Wahyu”. Lalu, apa sih sebenarnya yang dikatakan sebagai “a culture”, yang biasa kita terjemahkan sebagai “budaya” itu.

    Paul Procter dalam kamusnya, “Longman Dictionary of Contemporary English”, menulis bahwa salah satu arti “culture”  adalah “customs of a society”, kebiasaan suatu masyarakat. Memang benar juga. Makan es krim walau di musim dingin bagi orang Amerika, atau makan baso panas dan pedas walau di terik matahari bagi anak-anak muda Indonesia, itu kan kebiasaan masyarakat, yang sudah sejak entah kapan dilakukannya. Pantaslah kalau si Ibu itu menyebutnya “a culture”.

    Tapi pasti, kebiasaan masyarakat itu tidak timbul dengan sendirinya. Memerlukan proses. Sesuatu akan menjadi kebiasaan, apabila apa yang dilakukannya dirasa enak, nikmat, mudah, murah, aman, nyaman dan seterusnya. Pendek kata menyenangkan dan masyarakatnya menerima, tidak melarangnya.

    Bisa saja terjadi, jika diukur oleh suatu nilai atau norma,  pekerjaan itu tidak atau kurang baik, tapi karena masyarakat menerimanya, akhirnya menjadi kebiasaan juga. Banyak contoh tentang ini.

    Memang, yang bagus itu adalah hal yang baik, lalu dilakukan bersama-sama secara masif,  spontanitas atau dengan perencanaan, yang menimbulkan manfaat besar bagi dirinya dan masyarakatnya, akhirnya menjadi suatu kebutuhan, bahkan ketagihan.

    Itulah yang ingin kita perjuangkan bersama dalam pembudayaan pemanfaatan Teknologi Informasi. Manfaat dari penggunaan Teknologi Informasi sudah jelas, tidak ada yang membantahnya. Yang perlu kita perjuangkan adalah bagaimana agar pemanfaatan Teknologi Informasi itu dirasa mudah, murah, aman, nyaman, enak, nikmat dan membuat manfaat besar bagi dirinya dan masyarakatnya. Pendek kata, yang kita perjuangkan adalah bagaimana agar pemanfaatan Teknologi Informasi itu menjadi suatu budaya.

    Sebagai orang peradilan, kita rasanya perlu memperhatikan serius terhadap apa yang ditulis Dr. Dory Reiling, Hakim Pengadilan di Amsterdam yang ahli Teknologi Informasi itu,  yang saya seringkali menyampaikannya dimana-mana. Kadang-kadang saya merasa malu, karena yang saya omongkan dalam banyak kesempatan, itu melulu. Tapi tidak apa-apa. Saya coba buang jauh-jauh rasa malu itu, sebab apa yang ditulis oleh Dr Dory pada disertasinya, “Technology for Justice”, 100% saya setuju. Dan kawan-kawanpun sepertinya tidak ada yang membantahnya. Disertasi yang telah dibukukan itu sangat memotivasi insan peradilan untuk membudayakan pemanfaatan Teknologi Informasi di lingkungan peradilan.

    Mari kita perhatikan apa yang ia tulis: Over the centuries and all over the world, three major complaints have been heard that can still be heard today: (1) Court processes take too long, (2) Courts are difficult to access, (3) Judges (courts) are corrupt.  … each of them can be resolved with information technology”. (hal. 17).  Katanya lagi, “Information Technology is the most striking  factor in changing the world in our era.”(hal. 16)

    Jadi kalau kita, orang-orang peradilan, terhadap pemanfaatan TI,  sudah seperti orang Amerika dalam hal menyukai es krim, atau sudah seperti anak-anak muda kita dalam menikmati baso, atau sudah seperti apa kata si Ibu Amerika yang menyebutnya “it’s a culture”, ditambah dengan integritas tinggi, saya yakin keluhan masyarakat dunia terhadap peradilan, sebagaimana dikatakan Dr Dory, akan sirna dengan sendirinya.

    Jika hal itu terjadi, maka masyarakat akan merasa mudah, murah, aman, nyaman, enak dan nikmat jika berhubungan dengan peradilan. Dan ini berarti, visi Mahkamah Agung  sudah berada dekat di depan mata kita.

    Tapi, kapan itu? Jawabannya ada pada diri kita, dan tergantung pada kita masing-masing, sebagai insan peradilan. (WW).

  • Laporan Permohonan Kasasi Yang Tidak Memenuhi Syarat Formal -

    Untuk mendowload dalam bentuk PDF, KLIK DI SINI

Statistik Perkara Masuk dan Perkara Putus

Pengadilan Agama Luwuk Tahun 2012

Peduli Orang Miskin, Bukan Omong Kosong

Ditulis oleh Fadli 14 Mei 2012

otang

 

ibu muda itu, sebut saja Ibu Madhlumah, berpenampilan polos dan lugu.  Duduk di ruang tunggu Pengadilan Agama Cianjur, tampak raut mukanya penuh dengan ketertekanan dan kesedihan. Wajahnya yang murung dan memelas membuat saya penasaran ingin sekali ngobrol dengannya untuk mengetahui apa yang sedang terjadi dengan dirinya.

Keinginan kuat saya itu bukan karena ingin mengetahui urusan pribadi orang lain. Saya semata-mata ingin tahu masalah apa yang merundungnya selama ini dan bagaimana sampai bisa datang ke pangadilan agama. Di samping itu, tentu saya ingin mengetahui bagaimana perlakuan pengadilan agama kepadanya selama ia berhubungan dengan pengadilan agama.

Tim Pengawas PTA Palu kembali melakukan kunjungan ke PA Luwuk

Ditulis oleh Fadli 04 Mei 2012

 

IMG 6168

IMG 6173










Jumat (04/05), Tim Pengawas Pengadilan Tinggi Agama Palu kembali melakukan kunjungan ke Pengadilan Agama Luwuk dalam rangka untuk meningkatkan ekspektasi dan mutu kinerja lembaga Peradilan khususnya di Wilayah Pengadilan Tinggi Agama Palu. Kunjungan pembinaan yang rutin dilaksanakan 2 kali dalam setahun ini dalam bentuk pengawasan dan pembinaan terhadap penyelenggaraan administrasi perkara dan administrasi umum kesekretariatan yang berorientasi pada Reformasi Birokrasi Pengadilan yang menjadi cita-cita bersama.

Badilag Pakai Sistem "Paperless" untuk Berkas Kenaikan Pangkat Reguler

Ditulis oleh Fadli 08 Mei 2012

 

Purwosusilo

Ditjen Badilag tiada henti membuat terobosan baru. Kali ini, kebijakan penerbitan SK kenaikan pangkat reguler tenaga teknis peradilan agama tanpa usulan berkas dari pengadilan tingkat banding alias Paperless. Dengan sistem ini, waktu yang bibutuhkan untuk menerbitkan SK kenaikan pangkat akan lebih cepat.

Ditemui redaktur badilag.net di ruang kerjanya, Selasa (1/5/2012), Direktur Pembinaan Tenaga Teknis Peradilan Agama Purwosusilo mengatakan kebijakan ini dilakukan dengan memanfaatkan dokumen elektronik yang ada SIMPEG Online.

Posbakum, Oh... Posbakum

Ditulis oleh Fadli 01 Mei 2012

posbakum

“Terima kasih, Pak. Saya sangat terbantu dengan adanya Posbakum ini. Saya bisa curhat tentang masalah keluarga yang menimpa saya. Dan saya dibantu solusinya. Bahkan, saya dibuatkan surat gugatannya.”

Kira-kira begitulah pengakuan seorang Ibu muda, sebut saja Pulanah, kepada saya di ruang Posbakum PA Surabaya beberapa waktu lalu.

Pengakuan jujur lainnya datang dari seorang lelaki, sebut saja Pulan, juga di Posbakum PA Surabaya. “Saya senang dengan adanya Posbakum ini. Saya bisa bertanya apa saja yang berkaitan dengan kasus saya. Ke pengadilan ini baru pertama kali. Saya awam sekali tentang hukum dan pengalaman.  Saya dibantunya secara gratis,” tuturnya.

KETUA MA RESMIKAN PELUNCURAN SISTEM IFORMASI MAHKAMAH AGUNG RI (SIMARI) TERINTEGRASI

Ditulis oleh Fadli 29 April 2012

IMG 2394 JAKARTA – HUMAS, Jum’at, 27 April 2012, Ruang Wirjono, Gedung Mahkamah Agung RI. Peluncuran Sistem Informasi Mahkamah Agung RI (SIMARI) Terintegrasi secara Resmi di buka oleh Ketua Mahkamah Agung RI DR. H. M. Hatta Ali, SH., MH. pada pukul 13.00 WIB.

Hadir dalam acara tersebut Ketua Mahkamah Agung RI, Wakil Ketua Mahkamah Agung RI Bidang Yudisial, para Ketua Muda dan para Pejabat Eselon I dan II, serta Konsultan PT. Pradipta Intimedia Selaras.

Dalam laporannya Kepala Biro Hukum dan Humas DR. Ridwan Mansyur, SH., MH. Selaku Ketua Panitia menyampaikan bahwa penerapan teknologi informasi di era informasi dan globalisasi ini sudah bukan merupakan hal yang luar biasa lagi di sebuah organisasi, tapi sudah merupakan keharusan agar kita tidak tertinggal dengan dunia diluar dengan demikian pula halnya di lingkungan Mahkamah Agung yang kita cintai ini.

Loading feeds...

Classes in Delhi NCR

Other Menu

Sidang Hari Ini

-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-



NS-DHTML by Kubik-Rubik.de

Asmaul Husna

Syndication

Statistics

OS : Linux o
PHP : 5.2.17
MySQL : 5.1.62-cll
Time : 03:07
Caching : Disabled
GZIP : Enabled
Anggota : 5
Isi : 163
Content View Hits : 12782

300x200WKPALuwuk

Wakil Ketua Pengadilan Agama luwuk

Terjemah Bahasa

Indonesia

Jajak Pendapat

Bagaimana pendapat anda tentang Pelayanan pada Kantor kami

 

 

 

 


  Hasil

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday283
mod_vvisit_counterYesterday1911
mod_vvisit_counterThis week4174
mod_vvisit_counterLast week12840
mod_vvisit_counterThis month40039
mod_vvisit_counterLast month25586
mod_vvisit_counterAll days98447

Who's Online

Ada 18 tamu online

Tautan Eksternal

Tautan Aplikasi

 alt



alt


alt


sms_icon

Mahkamah Agung R.I.

 alt


alt


badilum


eeesyariah


dilmiltun


header


litbangkumdil


portal-rakernas-mari

Link Terkait

 IKON KHES


e-doc-new


justice


legislasi


hasil_rakernas


legalitas org

Tinggalkan Pesan

OnClick Update SIADPA

 

Download Update Aplikasi
SIADPTA PLUS  & SIADPA PLUS
Untuk Aplikasi Online dapat melalui SIADPA Web Online

Jam Pelayanan

Senin - Kamis   : Pukul 08.00 - 16.30
Jum'at   : Pukul 08.00 - 17.00
Jadwal Sidang
Senin - kamis   : Pukul 09.00 - Selesai

Mp3

mp3 flash player by undesign website design.